Bali Villa Connect 2026 Sukses, Kadek Adnyana Sebut Peserta yang Hadir Hingga 1.000 Orang

BADUNG, STATEMENTPOST.COM – Dengan berakhirnya Bali Villa Connect (BVC) 2026, menjadi momen yang sangat luar biasa dalam mendorong transformasi industri villa Bali menuju ekosistem pariwisata yang lebih tertib, profesional, berkualitas, dan berkelanjutan. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 26-27 Mei 2026, berhasil menyedot hingga 1.000 peserta.
Hal tersebut disampaikan Ketua Bali Villa Rental and Management Association (BVRMA), Kadek Adnyana, dalam acara Pembubaran Panitia BVC 2026, yang dilaksanakan di LX Karaoke Sport & Bar, Canggu, Badung, pada Jumat (12/06/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia merasa tidak menyangka bahwa event ini berjalan sangat suskses. Awalnya, panitia hanya menargetkan 400-500 peserta, namun antusias peserta untuk hadir ke BVC 2026 justru membludak hingga 1.000 orang. Begitu juga sponsor yang mendukung kegiatan ini sangat luar biasa, yaitu 46 exhibitor dari berbagai sektor pariwisata. Selain itu, BVC 2026 juga menghadirkan 38 narasumber serta praktisi nasional dari berbagai bidang keahlian dan industri.
Mewakili panitia penyelenggara, Kadek Adnyana turut mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya BVC 2026. Ia mengaku sedikit pesimis saat persiapan event tahun ini. Namun, berkat dukungan sponsor dan dana gotong-royong anggota BVRMA, sehingga event ini dapat berjalan sukses.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang turut menyukseskan BVC 2026, terutama kepada para sponsor dan pembicara. Begitu juga antusias para peserta yang hadir sangat luar biasa. Ini menunjukkan bahwa rasa keingintahuan peserta dalam mendapatkan pengetahuan tentang bisnis pervilaan yang baik masih sangat tinggi,” ungkapnya.
Ia juga berterima kasih atas dukungan dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali, yang memberikan perhatian lebih atas pelaksanaan BVC 2026. Ia menyebut, bahwa pemerintah dalam hal ini Kementerian Pariwisata RI, sangat mendukung upaya penertiban villa ilegal yang selama ini digaungkan BVRMA. Saat ini, pemerintah sudah berupaya mengatur ekosistem pervilaan melalui Online Travel Agent (OTA).
Melalui BVC 2026, Kadek Adnyana menambahkan, sudah mulai banyak permintaan dari pelaku usaha untuk mengurus izin akomodasi villanya. “Data ini kami dapatkan dari Dinas PTSP dan Dinas Pariwisata. terutama izin Sertifikat Laik Fungsi (SLF), Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), dan Online Single Submission (OSS). Termasuk juga upaya pemerintah dalam menertibkan industri villa melalui OTA, sehingga memaksa para pelaku usaha untuk mengurus izin OSS,” tegasnya.
Tahun 2027, Bali Villa Connect akan kembali hadir dengan persiapan yang lebih matang. Kadek Adnyana berharap dukungan dari semua kalangan, mulai dari pemerintah, pelaku usaha dan masyarakat umum, sehingga BVC 2027 dapat terselenggara lebih baik lagi. (stm)
