Perkuat Kebiasaan Pelaku Usaha dan Masyarakat, Sosialisasi Pemilahan Sampah Digencarkan

BADUNG, STATEMENTPOST.COM – Tidak ada kata menyerah untuk mengatasi masalah sampah. Hal tersebut, tergambar pada gerakan Beach Clean Up, yang rutin dilaksanakan setiap hari Jumat pagi di kawasan pantai Legian, Kuta, Badung.
Gerakan yang sudah berjalan sekitar enam tahun ini, diinisiasi oleh tim WPN (Wayan Puspa Negara) bersama komunitas BumiKita.
Di sela-sela kegiatan, pada Jumat (22/5/2026), Inisiator Gerakan sekaligus Ketua Fraksi Gerindra DPRD Badung, I Wayan Puspa Negara mengatakan, gerakan Beach Clean Up bertujuan untuk memperkuat habit atau kebiasaan para pelaku usaha dan masyarakat agar senantiasa menjaga lingkungan. Berkaca dari negara maju, bahwa tidak ada satu pun masyarakatnya yang tidak memilah sampah. Untuk itu, gerakan Beach Clean Up ini juga selalu diisi dengan sosialisasi tentang tata cara pemilahan sampah organik, anorganik, dan residu.
“Kalau kita sudah menjaga lingkungan, maka lingkungan akan ikut menjaga kita. Sampah merupakan tanggungjawab kita bersama. Ini butuh mindset dan kebiasaan dalam jangka waktu yang cukup panjang. Oleh karena itu, gerakan ini juga kita isi dengan sosialisasi tentang tata cara pemilahan sampah,” ujarnya.
Puspa Negara menambahkan, kebiasaan memilah sampah harus dibentuk mulai dari sekarang. Karena, ketika Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) sudah selesai dibangun, otomatis sampah yang diterima yaitu sampah yang sudah terpilah.
“Habit ini harus kita ciptakan terus-menerus, terutama kepada pelaku usaha, horeka (hotel, restoran dan kafe/katering), serta turunannya. Kami sangat konsen dalam upaya untuk menjaga lingkungan, dan kami akan terus berikan sosialisasi ini. Inti dari semuanya, adalah sampah harus bisa dikelola berbasis sumber, dan sampah harus dipilah,” tegasnya.
Ia menegaskan, bahwa 95 persen warga lokal Legian sudah sangat taat dalam memilah sampah. Namun, bagi pelaku usaha, horeka dan turunannya, masih perlu ditingkatkan dalam memilah sampah. Untuk itu, melalui gerakan Beach Clean Up ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran pelaku usaha, horeka dan turunannya, dalam memilah sampah.
“Itu sebabnya kita kumpulkan semuanya disini. Terutama para staf yang ngekost, yang belum tersentuh sosialisasi, kita berikan sosialisasi pemilahan sampah disini. Saya selaku anggota perwakilan masyarakat, tentu mempunyai tanggungjawab moral untuk memberi edukasi kepada masyarakat,” pungkasnya. (stm)
