BaliBudayaDenpasarNewsPendidikan

Prof. Made Suarta Menilai Implementasi Filosofi Tri Hita Karana di Era Sekarang Tidak Maksimal

DENPASAR, STATEMENTPOST.COM – Kemajuan teknologi digital membawa banyak manfaat bagi kehidupan manusia, mulai dari kemudahan berkomunikasi, bekerja, hingga belajar. Namun di balik semua kemudahan itu, muncul tantangan baru yang perlahan menggerus nilai-nilai sosial dan spiritual yang diajarkan dalam konsep Tri Hita Karana.

Tri Hita Karana bukan hanya konsep keagamaan, tetapi juga pedoman hidup yang menekankan keseimbangan antara hubungan manusia dengan Tuhan (parahyangan), dengan sesama (pawongan), dan dengan alam (palemahan).

“Filosofi Tri Hita Karana yang telah diwariskan dari jaman dahulu, mesti diterapkan di era sekarang. Jangan sampai keluar dari ajaran Tri Hita Karana,” ungkap Akademisi yang juga Rektor Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI), Prof. Dr. Drs. I Made Suarta, S.H., M.Hum., Senin (27/04/2026).

Prof Suarta juga menegaskan, menjaga hubungan yang baik, selaras dan harmonis dengan tindakan nyata harus dilakukan secara konsisten. Jika filosofi Tri Hita Karana telah diwujudkan secara konsisten, maka apapun yang dijadikan tujuan akan tercapai. Segala kegiatan yang dilakukan harus dilandasi dengan doa dan juga konsisten. Saling menghargai dan saling membantu juga merupakan tindakan yang mesti dilakukan.

Namun, di era sekarang, ia menilai filosofi Tri Hita Karana mulai diabaikan. Fenomena saling membully di media sosial semakin tak terelakan. Bahkan, tak jarang para oknum netizen membully kinerja pemerintah yang kurang. Mestinya tidak dihujat tapi mengkritik dengan baik.

“Tri Hita Karana merupakan pencegahan dari segala masalah. Tidak akan ada tindakan saling menyakiti, saling membully melalui ajaran Tri Hita Karana,” tegasnya.

Semakin pesatnya perkembangan teknologi informasi, Tri Hita Karana juga bisa dijadikan landasan dalam mengelola emosi saat berkomentar di media sosial. Bali dahulu terkenal dengan kondisi yang aman, nyaman dan damai.

Prof. Suarta menegaskan, bahwa pendidikan keluarga sangat penting. Pembentukan karakter dimulai dari keluarga, termasuk penerapan Tri Hita Karana. Selain itu, sekolah memiliki peran dalam penguatan karakter yang telah dibentuk dari lingkungan keluarga. Melalui ajaran Tri Hita Karana, ia meyakini akan mampu mencetak generasi yang unggul dan juga berkarakter. (stm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *