Penataan Jaringan Utilitas di Basangkasa, Puspa Negara Dorong Penegakan JUTB di Badung

BADUNG, STATEMENTPOST.COM – Penataan jaringan utilitas di Kabupaten Badung kembali digencarkan. Pada Jumat (24/4/2026), dilakukan penurunan dan pembersihan kabel provider yang tidak aktif di ruas Jalan Banjar Basangkasa hingga Simpang Empat Legian. Kegiatan dilakukan sebanyak dua kali sebulan untuk mempercepat penataan utilitas yang semrawut.
Kegiatan turut dihadiri Ketua Fraksi Gerindra DPRD Badung, I Wayan Puspa Negara, Kabid Bina Marga PUPR Badung, Teddy Widnyana Putra, Kasatpol PP Badung, I Gusti Agung Ketut Suryanegara.
Dalam kesempatan tersebut, Puspa Negara mengatakan, bahwa pemerintah sebenarnya sudah menyiapkan sistem jaringan utilitas terpadu bawah tanah (JUTB) sejak beberapa tahun lalu. Menurutnya, detail engineering design (DED) JUTB telah rampung pada 2017 dan dilanjutkan hingga selesai sebelum pandemi Covid-19 pada 2019. Bahkan, pada 2020 seluruh utilitas di kawasan tersebut semestinya sudah masuk ke bawah tanah karena telah ada kesepakatan bersama (MoU) dengan para provider.
“Harusnya tahun 2020 semua utilitas sudah masuk ke bawah tanah. Tapi karena pandemi Covid-19, semuanya terhenti. Selanjutnya, kita berharap ini bisa ditindaklanjuti di tahun 2023. Namun, karena euforia politik saat itu menjadi terjeda,” jelasnya.
Ia menegaskan, seluruh utilitas yang sudah disiapkan pemerintah wajib dimanfaatkan. JUTB sendiri disebut sebagai pilot project Badung sejak 2017-2018 yang kini harus segera dioptimalkan.
Selain aspek estetika, penataan kabel juga dinilai penting dari sisi keamanan dan sosial budaya. Kabel yang semrawut tidak hanya berbahaya, tetapi juga mengganggu aktivitas adat dan keagamaan masyarakat.
Sementara itu, Kasatpol PP Badung menegaskan, bahwa ini bentuk komitmen Pemkab Badung dalam menata utilitas, serta mendukung penataan infrastruktur sesuai arahan Bupati. “Program ini bertahap dilakukan oleh Dinas PUPR Badung, terutama penataan utilitas yang sudah disediakan titik lokasinya,” ujarnya.
Hingga kini, sekitar lima lokasi telah ditertibkan, antara lain Desa Sading, Darmasaba, dan kini berlanjut ke ruas Basangkasa-Legian. Penertiban akan diteruskan ke lokasi lain yang sudah memiliki fasilitas serupa.

Perwakilan Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL), Dodi Simanjuntak mengungkapkan, pemotongan kabel sebenarnya sudah dijadwalkan dari bulan lalu, dan jadwal di wilayah Jalan Raya Basangkasa ini baru dimulai minggu ini. Pemotongan utilitas ini dijadwalkan berkala yaitu dua minggu sekali.
“Minggu pertama (tanggal 10 April), kita ada jadwal di Darmasaba, dan sekarang kita ada di Basangkasa. Jadi, setiap satu bulan itu kita ada dua kali jadwal pemotongan utilitas. Ini merupakan program Kadis PUPR Badung,” ungkapnya.
Kaling Basangkasa, I Wayan Gde Budi Indrawan yang ditemui seusai acara menyampaikan, apresiasi terhadap Pemkab Badung yang telah melaksanakan kegiatan penertiban utilitas ini. “Semoga kedepan Badung ini bisa bersih dari kabel-kabel yang semrawut dan tiang-tiang yang sudah beranak-pinak. Semoga juga tidak seremonial saja dan kegiatan ini rutin dilaksanakan,” ucapnya.
Pemkab Badung menargetkan penertiban di titik prioritas rampung dalam satu bulan. Kabel yang selama ini menggantung di udara diharapkan tertata rapi melalui sistem utilitas terpadu. (stm)
