BaliGianyarNewsPariwisata

BaliSpirit Festival 2026 Perkuat Bali Sebagai Destinasi Wisata Wellness Kelas Dunia

GIANYAR, STATEMENTPOST.COM – Memasuki hari ketiga pelaksanaan, BaliSpirit Festival 2026 semakin memperkuat Bali sebagai salah satu destinasi wisata wellness kelas dunia. Meskipun dihadapkan pada tantangan kondisi geopolitik di Timur Tengah yang sedang memanas, Festival internasional yang telah memasuki tahun ke-17 ini berhasil menarik ratusan peserta dari berbagai negara.

Founder Bali Spirit Festival, Made Gunarta mengatakan, bahwa festival ini dirancang sebagai tempat mempersembahkan yang terbaik untuk kehidupan. “Kita ingin membuat suatu tempat dimana orang bisa terinspirasi, untuk mendapatkan pengalaman terbaik, perubahan tentang kehidupan untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Jadi, tugas kita disini adalah mempersembahkan yang terbaik untuk kehidupan,” ujarnya, Sabtu (18/4/2026).

Lebih lanjut Gunarta menyampaikan, di tengah dinamika global, termasuk isu geopolitik sempat memengaruhi penjualan tiket festival. Namun demikian, berkat dukungan komunitas global membuat acara tetap terlaksana.

“Sempat dilema, sejak tembakan pertama di Iran, sale tiket lewat internet sudah tidak lanjut. Namun, karena sudah ada sekitar 600 tiket terjual, kami memutuskan tetap berjalan dan bersyukur mendapat banyak dukungan,” jelasnya.

Dukungan terhadap penyelenggaraan festival ini juga disampaikan oleh Direktur Rumi Institute sekaligus pakar bahasa Persia, Uztad Zabir. Ia menekankan pentingnya nilai kemanusiaan universal dari ajaran Jalaluddin Rumi.

Ia menegaskan, bahwa pemikiran Rumi tentang kemanusiaan telah mendapat pengakuan global, termasuk melalui inisiatif UNESCO sejak 2003. Menurutnya, pesan-pesan Rumi relevan untuk memperkuat persatuan di tengah keberagaman.

Sementara itu, musisi metal asal Surabaya, Budho Adhi Saddharmo menyebutkan, yoga sebagai sarana menemukan keseimbangan hidup. Ia menilai praktik yoga bukan sekadar aktivitas fisik, tetapi perjalanan kesadaran. “Saya ingin memanusiakan manusia. Yoga mengandung banyak nilai yang memberi motivasi, termasuk praktik welas asih tanpa pamrih,” ujar Bodaz sapaan akrabnya.

Sebagai musisi yang berangkat dari genre metal, ia juga mengisi acara bertema meridian yoga dan sound therapy, yang menggabungkan unsur meditasi, energi tubuh, serta nilai kasih universal demi mendorong perdamaian.

Dalam kesempatan ini, turut hadir hadir 2 anak-anak yang sangat menyukai tarian tradisional khususnya tarian asal Yogyakarta. Mereka adalah Jo dan El yang sangat fasih menarikan tarian tradisional tidak hanya Jawa, bahkan juga tarian Bali untuk laki-laki. (stm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *