Melalui “Semar Mesem Art Action Exhibition”, Aboetd Art Membakar Semangat Para Seniman untuk Terus Berkarya

GIANYAR, STATEMENTPOST.COM – Kecintaan I Kadek Rudiantara alias Aboetd Art terhadap dunia seni tidak pernah ada habisnya. Begitu juga dengan kepeduliannya terhadap para seniman terus diperlihatkan dengan membuat pameran lukisan. Kali ini, Aboetd kembali membakar semangat para seniman dengan menggelar pameran lukisan bertajuk “Semar Mesem Art Action Exhibition”, pada Rabu, 11 Maret 2026, di Lovin Bar & Restaurant, Ubud, Gianyar.
Semar Mesem Art Action Exhibition atau Sebelas Maret Membara Semangatnya, bukan sekadar pameran lukisan biasa, melainkan sebuah sekuel dari perjalanan spiritual dan artistik yang panjang. Setelah sukses menggetarkan publik melalui pameran “Kebangkitan Seni Warna Indonesia”, sebuah perayaan atas kemenangan para seniman yang berhasil sintas dan bangkit dari sunyinya pandemi berkepanjangan, kini Aboetd Art kembali hadir. Jika pameran sebelumnya adalah momen para seniman “bangun tidur”, maka pameran kali ini adalah momen untuk “berlari kencang”.
Aboetd Art, sang “Seniman gila yang sadar dirinya gila”, membawa semangat ini ke dalam kanvas-kanvas Abstrak Ekspresionis Kontemporer. Di Lovin Bar, dinding-dinding akan bicara tentang kejujuran yang mentah. Tidak ada kepura-puraan. Hanya ada tarikan garis spontan dan ledakan warna yang mewakili semangat yang tak lagi bisa dibendung.
Dalam sambutannya, Aboetd Art menjelaskan, bahwa memilih nama Semar Mesem bukan tanpa alasan. Tokoh Semar adalah simbol kebijaksanaan rakyat yang tetap tersenyum (mesem) meski dunia sedang kacau. Senyum ini adalah bentuk perlawanan paling elegan. Dalam mitologi Jawa, Semar adalah sosok pamomong yang paradoks, dewa yang membumi, rakyat jelata yang bijaksana, dan sosok yang tertawa di tengah penderitaan.
Begitu pula dengan Aboetd Art. Ia menyebut dirinya sebagai “Seniman gila yang sadar dirinya gila”. Kesadaran ini adalah kasta tertinggi dari kejujuran. Di saat dunia berpura-pura waras di tengah kekacauan, Aboetd memilih untuk menghancurkan realitas lewat gaya Abstrak Ekspresionis Kontemporer.
“Seni bukan soal apa yang dilihat mata, tapi soal frekuensi yang ditangkap oleh jiwa yang sama-sama gila akan kebebasan,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Aboetd juga membakar semangat para seniman untuk tetap berkarya. Ia menegaskan bahwa seniman jangan hanya memikirkan hasil, tetapi juga harus ada usaha yang keras untuk terus berkarya.
“Berkarya itu proses. Proses itu lah yang harus kita nikmati bersama. Seniman harus mempunyai harga diri dan jati diri. Jangan menjual hasil karya karena kepepet, sehingga harganya murah,” tegas Aboetd.
Aboetd juga mengungkapkan keinginannya untuk membawa hasil karya rekan-rekan di komunitas agar bisa dipajang di hotel maupun vila. Dengan ide ini, maka para wisatawan akan jauh bisa menikmati karya tersebut. Sehingga, keinginan wisatawan untuk membeli karya lukisan tersebut semakin tinggi.
Semar Mesem Art Action Exhibition dibuka secara resmi oleh Tokoh Seniman Legendaris, Kak Pendet. Pameran ini merangkul kurang lebih 50 sampai 100 seniman dan anak-anak yayasan. Pameran ini menjadi bukti bahwa seni tidak pernah berhenti berdenyut. Pameran ini juga diisi dengan makan megibung bersama para seniman. Megibung ini juga dimaknai sebagai kebersamaan, gotong-royong dan rasa syukur. Rasa syukur ini dirayakan selepas melakukan perjuangan yang tak kenal lelah dari komunitas, sehingga dinikmatinya pun bersama-sama. (stm)
