Dalam Rangka Menyambut 50 Tahun Sangha Theravāda Indonesia, Vihāra Buddha Sakyamuni Denpasar Jadi Lokasi Pengecoran Rupang Buddha Nusantara 5 Meter

DENPASAR, STATEMENTPOST.COM – Sangha Theravāda Indonesia (STI) telah mempersiapkan serangkaian program khusus, menyambut perayaan 50 tahun (setengah abad) atau “Tahun Kencana” pada tahun 2026. Salah satu program yang paling istimewa adalah pengecoran Rupang Buddha Nusantara setinggi 5 meter. Prototipe rupang ini terinspirasi dari arca Buddha yang ditemukan di Candi Sewu, kompleks candi Buddhis terbesar kedua di Jawa Tengah setelah Borobudur.
Ketua Panitia Nasional Tahun Kencana Sangha Theravāda Indonesia (STI) Bhante Atthadhīro Thera menyatakan, bahwa prototipe rupang tersebut menggunakan Bhumisparsa Mudrā atau Sikap Tangan Menyentuh Bumi, yang juga merupakan ciri khas Buddha Akşobhya.
“Hal itu menjadi pengingatan tentang kebajikan itu, meski tidak ada melihat dan tidak ada yang mencatat, tetapi bumi menjadi saksi dari kebajikan itu,” kata Bhante Atthadhīro Thera.
Menurutnya, Mudrā ini melambangkan bumi sebagai saksi atas kesempurnaan kebajikan (pārami) yang telah dikumpulkan oleh Petapa Gotama dalam kehidupan-kehidupan sebelumnya hingga mencapai Pencerahan Sempurna (Sammāsambuddha).
Proses artistik dikerjakan oleh seniman Sugito Sutarmin dari Amertha Art Studio. Upacara pengecoran dilakukan di berbagai wilayah sebagai representasi Nusantara meliputi Pulau Sumatra dilakukan di Kota Medan tepatnya Vihāra Mahāsampatti, Medan; Pulau Kalimantan di Kota Samarinda, di Vihāra Muladharma; Pulau Bali di Vihāra Buddha Sakyamuni, Denpasar (8 Maret 2026); Pulau Sulawesi di Kota Palu; Pulau Jawa di Kota Surabaya; dan DKI Jakarta di Vihara Jakarta Dhammacakka Jaya sebagai lokasi penutup rangkaian pengecoran.
Upacara ini merupakan simbol persatuan umat dalam memperingati setengah abad pengabdian Sangha Theravāda Indonesia. Logam yang digunakan sepenuhnya berasal dari donasi umat Buddha sebagai bentuk persembahan (dāna).
Lebih lanjut Bhante Atthadhīro Thera menyebutkan, Buddha Rupang Nusantara dibuat di berbagai wilayah bertujuan memberi kesempatan untuk seluruh umat Buddha dari berbagai wilayah Nusantara guna turut berpartisipasi dalam membuat kebajikan, lantaran Buddha itu mengingatkan tentang kualitas kesucian, welas asih dan juga kebijaksanaan.
Dengan mengikuti kegiatan ini, pihaknya berharap memperkokoh kembali keyakinan kepada Buddha, Dhamma dan Sangha memiliki perilaku yang baik serta malu untuk berbuat jahat dan takut akan akibat dari perbuatan jahat dan terus berupaya untuk banyak-banyak berbuat baik.
“Apakah itu berdana atau meditasi hingga belajar Suta-Suta dalam rangka mengembangkan kebijaksanaan. Segala kebajikan ini, selain berguna buat umat Buddha, tentunya didedikasikan. Semoga bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) senantiasa hidup makmur, damai dan sejahtera, karena kebahagiaan ini buat semuanya. Kita memiliki slogan, yakni usaha-usaha mereka yang bersatu adalah sebab dari kebahagiaan,” kata Bhante Atthadhīro Thera.
Seluruh rangkaian ini berpuncak pada penempatan Rupang Buddha Nusantara di Vihāra Bhumi Dhamma Nusantara, Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur.
Upacara Pengecoran Ketiga bagian Rupang Buddha Nusantara dan Magha Puja 2569 TB/2026 di wilayah Bali dipusatkan di Vihāra Buddha Sakyamuni, Denpasar, pada Minggu, 8 Maret 2026. Upacara tersebut dihadiri oleh lebih kurang 50 bhikkhu anggota Sangha. Selain umat yang tersebar dari seluruh penjuru Bali, juga dihadiri oleh sejumlah umat Buddha dari luar kota.

Khusus di Pulau Bali, prosesi pengecoran ketiga Rupang Buddha Nusantara ini dirangkaikan dengan perayaan Māghapūjā sebagai Hari Besar umat Buddha untuk mengenang peristiwa agung Caturāńgasannipäta.
Peristiwa ini menjadi momen penting karena ditetapkannya Ovāda Patimokkha oleh Sang Buddha, yakni prinsip dasar ajaran para Buddha untuk tidak berbuat jahat, senantiasa menambah kebajikan, dan menyucikan pikiran sebagai pedoman hidup bagi setiap umat manusia dalam mewujudkan kedamaian.
“Kegiatan itu masih terus berlangsung hingga nanti sampai Puncak Acara, yakni pada 13 Desember 2026, tepatnya di IBSD Kota Tangerang Selatan,” kata Bhante Atthadhīro Thera.
Kegiatan ini akan ditutup pada bulan Juni 2026, tepatnya pengecoran terakhir Rupang Buddha di bagian kepala.
“Jadi, sekarang di wilayah-wilayah ini adalah bagian-bagian tubuh, yakni ada lengan dan badan, termasuk juga kaki, tapi nanti yang paling terakhir adalah Mustaka atau kepala. Itu nanti menjadi Puncak Acara Pengecoran di Vihara Jakarta Dhammacakka Jaya, pada 21 Juni 2026,” jelas Bhante Atthadhīro Thera.
Sebagai penutup, Bhante Atthadhīro Thera menyebutkan, usaha-usaha mereka yang bersatu adalah sebab dari kebahagiaan. Dengan terwujudnya Rupang Buddha Nusantara ini mempererat tali persaudaraan, tidak hanya buat umat Buddha, tetapi juga untuk berbagai kalangan masyarakat.
“Karena ini diselenggarakan di berbagai wilayah yang ada di Nusantara. Semoga kita semuanya hidup damai, tentram dan bahagia. Tali persaudaraan selalu menyertai kita semua. Semoga semuanya hidup berbahagia,” pungkasnya. (stm)
