Sosialisasi di Desa Adat Ngampel, Tutik Kusuma Wardhani Berharap Program MBG Dapat Menyerap Hasil Pertanian Warga Lokal

NUSA PENIDA-KLUNGKUNG, STATEMENTPOST.COM – Melanjutkan kunjungan kerjanya di Nusa Penida, Klungkung, Anggota Komisi IX DPR RI Dapil Bali, Tutik Kusuma Wardhani, S.E., M.M., M. Kes., bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) kembali memberikan sosialisasi Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam kesempatan ini, Tutik Kusuma Wardhani menyosialisasikan program unggulan pemerintah di Desa Adat Ngampel, pada Sabtu, 7 Maret 2026. 300 peserta yang hadir terlihat sangat antusias mengikuti sosialisasi MBG.
Program unggulan MBG, secara keseluruhan bertindak sebagai ekonomi lokal sekaligus investasi sumber daya manusia jangka panjang. Untuk menjadi masyarakat sehat, kuat, dan cerdas. Selain itu, program ini juga memberikan dampak positif bagi perekonomian, khususnya di tingkat lokal. Program MBG mendorong keterlibatan petani, nelayan, peternak, dan UMKM sebagai pemasok bahan baku serta meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal.
Di sela-sela kegiatan, Tutik berharap, melalui kerjasama dan komitmen semua pihak, program ini dapat memberikan hasil yang nyata, terutama penurunan angka stunting, peningkatan kesadaran masyarakat tentang gizi seimbang dan terciptanya generasi yang sehat dan produktif.
”Kita semua menyadari bahwa gizi merupakan faktor penting dalam mendukung tumbuh kembang anak dan menjaga kualitas kesehatan masyarakat. Data menunjukkan bahwa kekurangan gizi seperti stunting dan malnutrisi masih menjadi tantangan besar yang dihadapi bangsa ini,” jelas Politisi Partai Demokrat.

Lebih lanjut ia menjelaskan, bahwa tantangan yang dihadapi masyarakat Desa Adat Ngampel adalah bahan baku. Untuk itu, ia mengajak akademisi Fakultas Pertanian dan Bisnis Universitas Mahasaraswati Denpasar, untuk berbagi ilmu kepada masyarakat Desa Adat Ngampel tentang pengembangan pertanian yang lebih modern, sehingga hasilnya berkualitas. Dengan ini, diharapkan para petani di Desa Adat Ngampel bisa menyuplai hasil pertaniannya untuk dapur MBG.
Sementara itu, Bendesa Adat Ngampel, I Wayan Putra Sesana mengucapkan terimakasih kepada Anggota Komisi IX DPR RI, Tutik Kusuma Wardhani yang telah berkenan hadir melihat kondisi masyarakat di Desa Ngampel. “Saya merasa sangat bahagia dengan kehadiran Ibu Tutik ke desa kami, sehingga bisa mengetahui keluh kesah kami disini. Saya berharap, Ibu Tutik bisa datang lagi kesini nantinya,” ujar Bendesa dengan penuh bahagia.
Sosialisasi MBG juga diisi pemaparan materi dari dua narasumber, yaitu Dekan Fakultas Pertanian dan Bisnis Universitas Mahasaraswati Denpasar, Dr. Drh. Nyoman Yudiarini, Skh. M. Agb., dan Kepala KPPG Denpasar, Mursina Wahyuningsih Daeng.

Dalam kesempatan tersebut, Nyoman Yudiarini menjelaskan, bahwa program ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada impor pangan dan memperkuat produksi pangan lokal. Dengan meningkatkan konsumsi produk-produk lokal yang bergizi, Indonesia dapat memperkuat ketahanan pangannya dan mengurangi ketergantungan pada pasokan luar negeri.
Mursina Wahyuningsih Daeng menyampaikan, program MBG mendukung Indonesia emas 2045. Maka dari itu, ada juga sasaran pemenuhan gizinya. Seperti, peserta didik dan peserta non didik. Peserta terbagi dari anak usia dini, SD, SMP, SMA, SMK dan Santri. Untuk non peserta didik, antara lain ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita.
Program Makan Bergizi Gratis diharapkan dapat menurunkan prevalensi stunting dan malnutrisi, terutama pada kelompok rentan. Dengan memberikan makanan bergizi secara teratur, anak-anak dan ibu hamil serta menyusui akan mendapatkan manfaat kesehatan yang signifikan, yang berujung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. (stm)
