Kuatkan Sinergi untuk Ciptakan Sense of Belonging, dalam Menjaga Kebersihan di Pantai Legian

BADUNG, STATEMENTPOST.COM – Ratusan pelaku usaha, stakeholders pariwisata, insitusi pendidikan dan masyarakat berjibaku “Korve” membersihkan sampah kiriman yang ada di Pantai Legian, pada Jumat (6/2/2026). Selain bagian dari kegiatan rutin Beach Clean Up yang digagas oleh tim Wayan Puspa Negara (WPN) bersama Komunitas BumiKita, korve kali ini sekaligus menjawab instruksi Presiden RI, Prabowo Subianto yang menyoroti pantai di Bali.
Inisiator Gerakan, I Wayan Puspa Negara mengatakan, kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap Jumat pagi ini membuktikan bahwa kesadaran pelaku usaha dan stakeholders pariwisata sudah sangat tinggi. Menurutnya, sense of belonging dalam menjaga sebuah destinasi pariwisata menjadi sangat penting.
“Ini membuktikan bahwa kita dalam berkomunikasi dengan masyarakat, pelaku usaha dan stakeholders tidak perlu ruwet, karena mereka sudah sadar. Dari perspektif kegiatan kami setiap Jumat pagi, untuk menciptakan kebiasaan agar lingkungan tetap dijaga tampaknya pelaku usaha sudah memiliki semacam habbit, bahwa pantai ini milik kita bersama dan tanggungjawab kita bersama. Atau istilahnya sense of belonging,” ujar Ketua Fraksi Gerindra DPRD Badung.
Lebih lanjut Puspa Negara menyebutkan, bahwa fenomena angin barat yang terjadi pada bulan Desember-Februari mengakibatkan volume sampah di sepanjang garis Pantai Samigita meningkat, yang jumlahnya kurang lebih 200 ton. Gerakan ini akan terus dilakukan, karena kunci suksesnya sebuah kegiatan adalah konsistensi.
“Kita memandang bahwa kebersihan lingkungan dan kebersihan destinasi harus dilaksanakan secara stabil, periodik dan berkelanjutan. Itu artinya kita tidak pernah menyerah dalam urusan sampah. Mari kita bersihkan destinasi sekecil apapun langkah kita,” tegas Puspa Negara.
Sementara itu, Marcopolo dari Komunitas BumiKita menegaskan, bahwa dengan menjaga kebersihan pantai akan membuat wisatawan datang ke Bali. Ia yang sudah 47 tahun tinggal di Bali menilai bahwa fenomena ini sering terjadi saat musim angin barat, sama seperti di negara asalnya yakni Italia. (stm)
