Jelang Digelarnya Pameran 14 Februari 2026, Aboetd Art Bersama Komunitas Happy Drawing Mengadakan Pertemuan Sekaligus Live Paintings di Toko Seni Warna

GIANYAR, STATEMENTPOST.COM – Kreativitas tanpa batas terus digelorakan oleh Seorang Seniman asal Desa Mas, Gianyar, I Kadek Rudiantara alias Aboetd Art. Setelah sukses dengan karyanya seperti Si Aboetdtor, pameran di Kota Banyuwangi dan juga menggelar pameran dadakan di kediaman Presiden ke-7 RI Joko Widodo, kini Aboetd bersama rekannya di Komunitas Happy Drawing akan menyelenggarakan Pameran Lukisan pada tanggal 14 Februari 2026. Namun, sebelum dilaksanakannya pameran tersebut, Aboetd bersama rekan-rekannya melaksanakan ngumpul bareng sekaligus live paintings di Toko Seni Warna, Desa Lodtunduh, Gianyar, pada Selasa (20/1/2026).
Rencana pameran ini, menurut Aboetd Art, akan dirangkaikan dengan acara charity atau kegiatan amal yang melibatkan panti asuhan dan sejumlah anak berkebutuhan khusus di Bali. Dikatakan, sebanyak 30 seniman akan terlibat dalam acara pameran nanti. Selain itu, 20 persen dari lukisan yang terjual akan didonasikan untuk kegiatan sosial tersebut. Acara ini rencananya akan dibuka langsung oleh Ketua TP PKK Provinsi Bali, Putri Suastini Koster.
“Fokus saya dalam acara pameran nanti sebenarnya di charity. Saya ingin berbagi dengan cara sendiri. Nanti, seandainya ada lukisan yang laku terjual akan disisihkan sekitar 20 persen untuk kita beramal kepada mereka yang membutuhkan. Untuk itu, saya mengajak seluruh peserta pameran untuk mengangkat harga, karena tujuan pameran ini adalah untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” jelasnya.

Pameran ini, lanjut Aboetd, sekaligus membangkitkan kembali Toko Seni Warna yang sempat terpuruk. Toko ini sempat berjaya pada era tahun 1990 – 2000-an, dengan menjual segala peralatan untuk para seniman lukis. Sejak tahun 2025, toko ini mulai bangkit dari keterpurukan, seiring akan digelarnya pameran lukisan pada bulan Februari mendatang.
Sama seperti Toko Seni Warna, Aboetd Art sendiri pernah terpuruk selama 4 tahun. Selama 4 tahun, Aboetd berhenti berkreasi dan mulai bangkit lagi sekitar 6 bulan yang lalu. Setelah memutuskan untuk berkarya lagi, ia mengaku ide dan kreativitas yang muncul dalam pikirannya sangat luar biasa.
Dalam berkarya, Aboetd senantiasa menuangkan ide liarnya secara bebas. Ia tidak ingin ditekan dan diatur dalam berkesenian. Dalam seni, ia memilih total “gila”, tanpa malu, tanpa kompromi, selama tidak merugikan orang lain. Menurutnya, semakin bebas dalam berkesenian, maka akan semakin tinggi level dari seorang seniman tersebut. Sehingga, Aboet menyebut seniman gila yang sadar dirinya gila.
Berkaitan dengan dunia seni lukis di Bali saat ini, menurut Aboetd dari segi penjualan masih sepi, tidak seperti tahun 90-an. Faktor perkembangan media sosial dan digital menjadi penyebab menurunnya minat wisatawan untuk membeli karya lukisan di Bali.
“Sekarang, lukisan bukan lagi dianggap sebagai sebuah produk yang eksklusif. Sekarang kita bersaing dengan era digital, sehingga itu yang membuat dunia seni lukis mengalami kemunduran. Melalui pertemuan ini, saya ingin mengajak rekan-rekan di Komunitas Happy Drawing untuk membakar semangat dalam berkarya. Karena, berkarya itu sebuah proses, bahwa dalam berkarya membuat kita bahagia,” tegasnya.
Dalam kesempatan ini, Aboetd juga ingin mempromosikan seluruh hasil karya dari rekan-rekannya di komunitas, dengan harapan bisa dipamerkan di hotel maupun villa yang ada di Bali. Dengan ini, besar harapannya ada lukisan yang menarik minat wisatawan untuk membeli karya dari rekan-rekannya di komunitas.
Ada hal yang menarik dalam live paintings kali ini, Aboetd yang dulu dikenal dengan gaya melukis sambil berjoget, kini justru berada di bawah alam sadar. Aboetd melukis dengan aura magis yang sangat kuat, dimana ia secara tidak sadar kesurupan atau istilah Balinya disebut dengan “Kerauhan”. (stm)
