Scammer Villa Marak, BVRMA Luncurkan Sistem Verifikasi Villa Resmi melalui Website untuk Memberikan Keamanan dan Kepastian Wisatawan

BADUNG, STATEMENTPOST.COM – Dewasa ini, kasus penipuan (scammer) pemesanan villa di Bali semakin meresahkan wisatawan dan pelaku industri pariwisata. Modus penipuan yang memanfaatkan media sosial, website palsu, hingga akun tiruan agen villa telah menimbulkan kerugian finansial sekaligus mencoreng citra pariwisata Bali.
Menurut Ketua Bali Villa Rental & Management Association (BVRMA), I Kadek Adnyana, di sela-sela kegiatan pertemuan dengan para anggota BVRMA, Rabu (14/1/2026), banyak oknum tertentu yang memanfaatkan foto villa resmi di Bali untuk kemudian dikomersilkan kembali, dan mereka seolah menjadi penjual dari villa-villa tersebut. Sehingga, dengan situasi ini banyak anggota BVRMA yang terkena scammer.
“Jadi, ketika tamu sudah bayar ke mereka (oknum penjual villa), sementara alamatnya mereka datang ke kami dan di kami justru tidak ada data. Tidak ada pembayaran tamu, tidak ada bookingan dari tamu tersebut, tiba-tiba kami kedatangan tamu yang katanya sudah booking. Hingga kini, scammer ini sudah terjadi sekitar seratus lebih kasus. Kasus ini sudah kami laporkan ke Polda Bali bagian cyber dan Kominfo Provinsi Bali, namun tindak lanjutnya belum ada sampai sekarang,” jelas Ketua BVRMA.
Melihat maraknya kasus scammer yang menimpa pelaku usaha villa, BVRMA mengambil langkah konkret dengan menghadirkan Sistem Verifikasi Villa Resmi yang dapat diakses publik melalui website resmi https://bvrma.org/verification-page
Kadek Adnyana mengatakan, bahwa sistem ini bertujuan untuk memberikan jaminan keamanan dan kepastian bagi wisatawan dalam memilih akomodasi villa yang dikelola secara profesional dan legal.
“Kami melihat tren penipuan villa semakin meningkat, terutama menjelang high season. Melalui sistem verifikasi ini, wisatawan dapat dengan mudah memastikan apakah villa atau manajemen villa tersebut merupakan anggota resmi BVRMA dan telah melalui proses verifikasi,” ujarnya.
Sistem verifikasi ini memuat data villa dan manajemen villa anggota BVRMA yang telah memenuhi standar administrasi, legalitas usaha, serta komitmen terhadap etika bisnis pariwisata. Dengan memasukkan kode tertentu, nama villa atau manajemen, wisatawan dapat mengetahui status keanggotaan dan keabsahan pengelola villa tersebut.
BVRMA menilai bahwa keberadaan scammer tidak hanya merugikan wisatawan, tetapi juga berdampak negatif pada pelaku usaha villa yang taat aturan. Oleh karena itu, langkah ini diharapkan dapat menjadi alat edukasi publik sekaligus filter awal bagi calon tamu sebelum melakukan pemesanan.
Selain meluncurkan sistem verifikasi, BVRMA juga membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta platform digital dan Online Travel Agent (OTA) untuk bersama-sama menekan praktik penipuan di sektor akomodasi.
“Kami siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam menciptakan ekosistem pariwisata Bali yang aman, sehat, dan berkelanjutan,” tambahnya.
Ke depan, BVRMA berencana untuk terus mengembangkan sistem verifikasi ini, termasuk integrasi dengan program edukasi wisatawan, sosialisasi ke pasar internasional, serta peningkatan standar profesionalisme pengelolaan villa di Bali.
Dengan langkah ini, BVRMA berharap kepercayaan wisatawan terhadap Bali sebagai destinasi wisata kelas dunia dapat terus terjaga. (stm)
