BadungBaliPariwisata

Tahun 2025 Penuh Fatamorgana dan Dilema, Puspa Negara Sebut Pariwisata Bali Melemah dan Dilemahkan

BADUNG, STATEMENTPOST.COM – Perjalanan pariwisata Bali di Tahun 2025 ternyata penuh fatamorgana dan dilema. Kita semua terlena dengan jargon quality tourism, quality destination, tapi tidak bisa berbuat apa-apa. Bagaimana Bali bisa bersaing sementara formula untuk menata Bali dari persoalan utama seperti sampah, macet, banjir, tata ruang yang amburadul, jaringan utilitas semrawut, kriminalitas meningkat, hingga lingkungan yang terdegradasi.

Dalam hal ini, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Badung, I Wayan Puspa Negara, Minggu (28/12/2025) menyatakan, tidak ada gerakan spektacular atau fundamental dalam melakukan problem solving atas situasi di atas, sepertinya Bali bergerak auto pilot dan ala bombom car tak ada lintasan, tak ada klakson, tak ada roda, tak ada kendali yang presisi, dan selalu bertubrukan. Kehadiran wisatawan domestic dipenghujung tahun yang biasanya hingar-bingar mulai pertengahan desember, kini terasa sepi, padahal musim peak season, lalu apa yang salah?

Bahwa negara yang pariwisatanya tumbuh maju, memperkuat empat pilar dasar untuk terciptanya Sustainable Tourism Development (pembamgunan pariwisata yang berkelanjutan). Empat pilar dasar itu adalah:

Facilities, bahasa sederhananya fasilitas yang meliputi infrastruktur, sarana prasarana dan utilitas harusnya terbangun berskala dunia (world class infrastructure) seperti jalan yang mulus dan lancar, pedestrian yang nyaman dan ramah, jaringan utilitas udara yang tertanam ke dalam tanah, pengelolaan sampah yang mantap, saluran air, listrik, gas, telepon, wifi, hingga limbah dan air kotor tertata aman, serta akomodasi, transportasi hingga aksesibilitas yang mudah dan efisien. Hal ini di Bali maupun Kabupaten Badung nyaris tak ada perkembangan berarti.

Safety dan Security, keamanan dan kenyamanan wisatawan sangat sering terganggu karena tingginya aksi-aksi kriminalitas dan pelanggaran norma dan etika, serta gangguan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat yang sering terjadi. Aksi perilaku buruk wisman, sistem transportasi yang buruk memperparah kondisi keamanan dan kenyamanan ini. Hal ini harus segera ditangani dengan pola pengamanan destinasi yang profesional, penegakan aturan atau law enforcement yang tegas, stabil, dan berkelanjutan.

Service/hospitality atau Pelayanan, bahwa muncul sindiran wisatawan tentang perbedaan perlakuan antara wisdom dan wisman, daya ramah yang mulai tereduksi hingga senyum yang tidak iklas, menjadi hal yang melemahkan pelayanan secara umum.

Environment atau Lingkungan yang terjaga kualitas dan keberlanjutannya. Lingkungan kita mengalami penurunan performa dengan tingginya alih fungsi lahan, berkurangnya bidang resapan, hingga kacaunya tata ruang menjadikan ketidakteraturan dan kesemrawutan, banjir, bahkan sampah tak terkelola dengan baik.

Promotion atau Promosi, pariwisata tanpa promosi adalan nonsense, pariwisata harus terus dikabarkan secara stabil, periodik dan berjelanjutan. Pariwisata tanpa promosi dipastikan lunglai seperti apa yang terjadi saat ini, bahwa public relation/kehumasan kita tentang pariwisata/eksistensi Bali tidak menggema alias sangat lemah, tidak bergerak alias diam, unit teknis Dinas Pariwisata, Stake holdersnya seperti BTB danBPPD, seperti kerakap tumbuh di batu, hidup segan mati tak mau.

“Sepanjang tahun 2025 nyaris tak ada promosi sama sekali, baik dalam maupun luar negeri, unit teknis Disparda ketakukan dengan Perpres No. 1 Tahun 2025 tentang efisiensi, padahal sebagai destinasi pariwisata promosi wajib dilaksanakan. Kenapa dinas pariwisata tidak berani menganggarkan untuk promosi dalam dan luar negeri? Padahal itu tupoksi premium mereka, apakah mereka tak punya kapasitas dalam berpromosi sehingga menyerah tanpa berinovasi. Anggarannya pun mereka hilangkan sendiri, sungguh tidak profesional. Harusnya promosi tetap dijalankan secara profesional dan bertanggungjawab,” jelas Politisi asal Legian tersebut.

Dikatakan, Pemprov Bali dan Kabupaten Badung harusnya tetap rajin mengikuti promosi wisata dunia yang terbesar dengan selektif, seperti yang pernah rutin dilakukan tahun-tahun sebelumya. Menurutnya, promosi di paneran pariwisata dunia yang besar sangatlah penting. Bahwa promosi yang diperkuat dengan Touchable dan Aproachement (sentuhan dan pendekatan) pada negara-negara kontributor wisman akan memberi dampak psikologis positif yang tinggi, karena akan terjalin kerjasama dalam memberi pelayanan, pengayoman dan perlindungan bagi warga negaranya ketika menjadi tourist di Bali. Artinya, promosi bisa memperkuat hubungan kemitraan dan kepercayaan yang memunculkan kenyaman untuk terus berkunjung.

Oleh karena itu, ia menyarankan Pemerintah Provinsi Bali melalui Gubernur dan Bupati Badung untuk introspeksi serta segera berbenah disegala sektor termasuk wajib mengikuti promosi wisata premium dunia seperti pameran pariwisata internasional di Berlin, yang dikenal sebagai Internationale Tourismus-Börse (ITB) Berlin, biasanya dilaksanakan pada bulan Maret setiap tahunnya. Kemudian, ITB Berlin merupakan pameran perdagangan pariwisata terbesar di dunia dan selalu diselenggarakan di Messe Berlin, yang mana dahulu Bali selalu ikut.

Berikut adalah tanggal pelaksanaan dalam beberapa tahun terakhir, tahun 2025: 4 hingga 6 Maret. Selanjutnya, Acara World Travel Market (WTM) London biasanya diadakan setiap tahun pada bulan November, sering kali di awal bulan, seperti pada tanggal 4-6 November 2025, sebagai acara utama untuk industri perjalanan global. Kemudian, pasar Australia digenjot via menghadiri acara travel expo di Sydney yang bervariasi. Untuk tahun 2025, ada Klook Travel Fest 2025 pada tanggal 8-9 November di Sydney Showground (tiket gratis). Selain itu, ada juga acara seperti Snow Travel Expo Sydney (Mei 2025), FACTS (November 2025, untuk travel korporat), dan The Travel Industry Exhibition (Agustus 2025). Hal ini harus dilakukan secara konsisten seperti halnya Thailand, Vietnam, Malaysia dan Philipina yang rutin hadir di acara ini. (Puspa negara, ketua Fraksi Gerindra DPRD Badung)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *