BaliDenpasarPendidikanSosbudSpiritual

Pesamuan Agung XIX Resmi Dibuka, Nyoman Kenak Tekankan Semangat Gotong-royong Hadapi Tantangan “Kuda Api” Tahun 2026

DENPASAR, STATEMENTPOST.COM – Pesamuan Agung ke XIX secara resmi dibuka oleh Ketua Umum Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) Pusat, I Nyoman Kenak, pada Sabtu (27/12/2025) pagi. Acara ini dihadiri sejumlah tokoh penting, diantaranya Wakil Bupati Karangasem, Pandu Prapanca Lagosa, Anggota DPR RI Dapil Bali, I Wayan Sudirta, Gubernur Bali Periode 2008-2018, I Made Mangku Pastika, Ketua Umum MGPSSR Pusat Periode 2019-2024, Prof. Dr. dr. I Wayan Wita, serta seluruh jajaran pengurus MGPSSR se-Bali dan pengurus provinsi lainnya.

Dalam kesempatan ini, Nyoman Kenak menekankan, bahwa catur swadarmaning kepasekan wajib untuk diterapkan. Namun, bukan berarti dengan filosofi tersebut tidak ada inovasi. Mengingat tahun 2026 menjadi cukup berat, tentu kinerja harus diimbangi dengan merefleksi diri dan selalu berpacu dengan waktu.

“Kecerdasan yang harus ditonjolkan tanpa ada waktu jeda. Itu artinya, semangat gotong-royong dan rasa persaudaraan harus dilakukan. Tahun 2026 itu shio kuda api, dapat disimbolkan sebagai kecerdasan yang membara, namun bagaimana kita di pengurus maha gotra dan juga warga pasek bisa menjadi samudera peneduh. Artinya, bahwa kita menjadi penetralisir sekaligus nanti akan menjadi baja. Pesamuan ini paling tidak dapat memberikan semangat edukasi kepada pengurus yang ada di sejumlah provinsi,” jelas Nyoman Kenak sembari menyampaikan rencana pembentukan pengurus di empat provinsi.

Lebih lanjut ia mengatakan, pada momentum Hari Raya Natal dan Tahun Baru (Nataru), merupakan suatu kewajiban semeton pasek dalam menjaga stabilitas keharmonisan di Bali. Terlebih dengan konsep Tri Hita Karana, terutama yang berkaitan dengan menjaga hubungan dengan sesama, tentu warga pasek harus berperan aktif di dalamnya. Termasuk juga menjaga hubungan dengan lingkungan alam, harus tetap menjaga lingkungan terutama yang berkaitan dengan masalah sampah.

“Semeton pasek harus bisa menjadi contoh dalam menjaga keharmonisan antar sesama umat. Karena pasek itu merupakan pacek yang akan memberikan panutan kepada semua umat ataupun semeton pasek itu sendiri,” ungkapnya. (stm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *