BadungPariwisataPendidikanSosbud

Momentum Tahun Baru, Perkuat Tanggungjawab Masyarakat Terhadap Pengelolaan Sampah di Destinasi

BADUNG, STATEMENTPOST.COM – Di penghujung tahun 2025, kegiatan rutin Beach Clean Up kembali dilaksanakan di seputaran Pantai Legian, pada Sabtu (27/12/2025) pagi. Kegiatan ini diinisiasi oleh BUPDA unit pantai Desa Adat Legian, yang berkolaborasi dengan Tim Wayan Puspa Negara (WPN) dan Komunitas Bumi Kita. Aksi ini melibatkan seluruh pelaku usaha, stakeholders pariwisata, institusi pendidikan dan masyarakat umum yang berada di Kawasan Legian

Menurut Anggota DPRD Badung, I Wayan Puspa Negara, memasuki musim angin barat di penghujung tahun, memang perlu ada upaya yang lebih fonumental dalam menjaga kawasan pantai Legian agar tetap bersih. Gerakan ini sudah berlangsung selama lima tahun lebih, dan semangat dari masyarakat untuk mengikuti kegiatan ini sangat luar biasa.

“Seperti yang dilihat pada hari ini, tumpukan sampah kiriman sangat banyak. Dan ini diperkirakan mencapai 200 ton perharinya. Sehingga, kita ingin pantai ini tetap bersih. Bagi wisatawan, pantai Legian tetap bersih dan tetap nyaman untuk dikunjungi,” ujar Ketua Fraksi Gerindra DPRD Badung.

Lebih lanjut ia menjelaskan, bahwa kegiatan ini akan terus berkelanjutan dan tidak akan pernah menyerah untuk mengatasi masalah sampah. Terlebih, seluruh komponen masyarakat memiliki tanggung jawab untuk menjaga destinasi Legian agar tetap bersih, sehat, asri dan memesona.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada BUPDA unit pantai Desa Adat Legian yang telah mengerahkan anggotanya, untuk kita ajak bersama-sama pelaku usaha bergandengan tangan membersihkan sampah di pantai Legian. Karena, kegiatan semacam ini dalam rangka menyelesaikan persoalan sampah harus dilakukan bersama-sama dan bertanggungjawab,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Badung, I Made Sada menyampaikan, bahwa gerakan ini patut dijadikan contoh oleh seluruh masyarakat. Karena, jika hanya mengandalkan peran DLHK maka persoalan sampah kiriman ini tidak akan selesai.

“Kalau kita sudah bergotong-royong secara bersama-sama maka apapun pekerjaan sulit akan bisa diselesaikan dengan baik. Saya juga mengimbau masyarakat luas tidak hanya di Bali tetapi juga di luar Bali, tolong jangan buang sampah ke laut ataupun sungai. Karena, sampahnya pasti akan terkumpul di pantai. Jangan sampai gara-gara sampah di pantai, pariwisata kita menjadi terganggu,” ucapnya.

Ketua BUPDA Desa Adat Legian, Kadek Surya Dwi Merta menjelaskan, bahwa pada bulan Desember, Januari dan Februari merupakan puncak adanya sampah kiriman di pantai Legian. Hal ini terjadi seiring fenomena angin barat. Untuk itu, berhubung pantai Legian merupakan kawasan destinasi internasional, maka kegiatan ini rutin dilaksanakan untuk menjaga kebersihan di pantai. (stm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *